Bagi masyarakat pengendali hama, pengenalan, biologi dan perilaku (etologi) rayap merupakan pengetahuan esensial, sedangkan bagi masyarakat umum hal ini di samping bermanfaat sebagai penambah pengetahuan untuk menghindari kerugian ekonomis yang ditimbulkan oleh oleh kerusakan terhadap bangunan habitat pemukimannya, karena dengan demikian dapat dilakukan tindakan atau perlakuan khusus untuk mengendalikan hama perusak kayu ini.
Rayap merupakan musuh utama dari perabotan rumah yang terbuat dari bahan kayu. Keberadaan rayap ini tentunya dapat menimbulkan kerugian dan sering membuat pemilik perabotan menjadi kesal karena perabotan tersebut menjadi cepat rusak. Sebenarnya anda dapat menggunakan obat anti rayap untuk membasminya. Namun, obat yang mengandung bahan kimia tersebut tentunya berbahaya untuk kesehatan dan disarankan untuk menggunakan bahan-bahan alami yang terbukti ampuh dalam membunuh rayap.
Rayap merupakan musuh utama dari perabotan rumah yang terbuat dari bahan kayu. Keberadaan rayap ini tentunya dapat menimbulkan kerugian dan sering membuat pemilik perabotan menjadi kesal karena perabotan tersebut menjadi cepat rusak. Sebenarnya anda dapat menggunakan obat anti rayap untuk membasminya. Namun, obat yang mengandung bahan kimia tersebut tentunya berbahaya untuk kesehatan dan disarankan untuk menggunakan bahan-bahan alami yang terbukti ampuh dalam membunuh rayap.
Pengendalian Rayap
Suatu hasil penelitian membuktikan bahwa aplikasi NE efektif dalam mengendalikan rayap tanah curvignathus. Rayap tanah merupakan hama yang memiliki spesifisitas habitat dan memiliki perilaku yang khas. Koloni rayap membangun istananya di dalam tanah hingga kedalaman tertentu, bahkan acapkali terlihat kokoh di atas permukaan tanah. Koloni rayap dalam tanah bisa berjumlah ratusan ribu hingga jutaan dan dipimpin oleh seekor ratu rayap yang terlindungi oleh ribuan rayap tentara dalam bangunan kokoh yang tersusun dari tanah. Habitat dan perilaku rayap ini mempersulit pengendalian rayap dengan menggunakan pestisida kimiawi karena bentuk dan sifat pestisida tidak mendukung. Sebaliknya, penggunaan NE untuk mengendalikan rayap sangat efektif karena mobilitas NE sangat mendukung akurasi pencapaian target hama sasaran dan habitat NE sesuai dengan habitat rayap. Oleh karena itu, dari hasil penelitian tersebut terbukti tingginya persen kematian rayap akibat aplikasi NE sangat signifikan dibandingkan perlakuan kontrol.
Di antara jenis-jenis rayap banyak yang mirip satu sama lain sehingga bagi mereka yang belum terlatih, agak sulit membedakannya, kecuali beberapa jenis yang umum seperti rayap kayu kering (Cryptotermes) yang menghuni dan makan kayu kering, dan rayap subteran (seperti Macrotermes) yang sarang koloninya umumnya terdapat dalam tanah lembab, dengan ukuran tubuh relatif besar.
Penampilan rayap memang mirip semut. Tetapi perbedaannya cukup banyak, bahkan semut merupakan salah satu musuh utama dari rayap. Dari segi sistematika/filogenetika semut mendekati golongan lebah, sehingga kedua serangga ini dicakup dalam Ordo Hymenoptera (bersayap selaput).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar